Penelitian ini dilatarbelakangi karena peraturan yang tidak diwajibkannya kapal berukuran di bawah 100 GT memiliki oily water saparator yang di dalamnya terdapat oil in water analyzer sebagai pengukur kadar minyak dalam air bilga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran air yang diakibatkan oleh air bilga ( saluran buangan air, minyak pelumas dari hasil proses mesin kapal), dan membuat oil in water analyzer yang memiliki nilai cost rendah serta sistem yang lebih menyesuaikan untuk kapal-kapal kecil atau kapal yang ukurannya di bawah 100 GT.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif yang di mana nantinya pada penelitian dilakukan suatu percobaan menganalisis kadar kandungan minyak dalam air menggunakan sensor photodioda dan sensor turbidity yang data dari sensor akan dikomunikasikan menggunakan jenis komunikasi RS 485, CAN Bus, dan TCP/IP.
Hasil dari penelitian ini diharapkan alat yang kami buat dapat berguna untuk mengetahui kadar minyak dalam air, menjaga kualitas air agar mengurangi pencemaran serta membuat sistem sederhana untuk mendeteksi kadar minyak dalam air dan nilai kekeruhan
Manager Proyek: Ir Kamarudin, S.T., M.T., IPM