Peningkatan Keterampilan Sosial dan Kemandirian Anak Tuna Grahita Melalui Program Pelatihan Keterampilan Hidup Sehari-Hari

4122301029 — Afrizah Nur Aisyah  ·  4132301037 — Sarah Ceria  ·  4132301059 — Tanzila  ·  4132301073 — Dimas Oscar Rafael  ·  4132301096 — Sri Ulina
Deskripsi Proyek
Endang Rochyadi dan Zainal Alimin (2005: 11) menyebutkan bahwa “tunagrahita berkaitan erat dengan masalah perkembangan kemampuan kecerdasan yang rendah dan merupakan sebuah kondisi”. Pernyataan ini menegaskan bahwa tunagrahita adalah kondisi permanen yang tidak dapat diobati dengan medikamentosa. Meskipun demikian, kondisi tunagrahita bukan berarti menghalangi kemampuan anak-anak yang mengalaminya untuk berkembang. Dengan pendekatan pendidikan khusus yang tepat, pelatihan keterampilan hidup, serta dukungan berkelanjutan, individu dengan tunagrahita dapat mengembangkan potensi mereka, mencapai tingkat kemandirian yang lebih tinggi, dan meningkatkan partisipasi dalam kehidupan sosial dengan lebih baik. Melalui hasil observasi yang telah dilakukan, identifikasi masalah yang dihadapi mitra antara lain iala kurangnya inovasi dalam metode pengajaran yang diberikan tenaga pengajar kepada siswa yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putrakami, minimnya sumber daya seperti dana bantuan untuk memperbaharui peralatan, buku, dan fasilitas juga menjadi tantangan yang dihadapi mitra. Keterbatasan dukungan sosial juga sebagian dialami oleh mitra, pemahaman Masyarakat terhadap anak Tuna Grahita masih menjadi hal yang awam bagi beberapa orang khususnya Masyarakat disekitar mitra. Kondisi ini menegaskan bahwa sebagai lembaga swasta, SLB Putrakami masih memerlukan dukungan dan kontribusi dari pihak eksternal untuk menunjang perkembangan dan aktivitas pendidikan di lembaga tersebut. Mahasiswa yang disertakan dari Prodi Logistik.
Video Demo / Trailer
Video Presentasi
Poster
Poster Proyek
Gallery

Tidak ada gambar yang tersedia