Deskripsi Proyek
Endang Rochyadi dan Zainal Alimin (2005: 11) menyebutkan bahwa “tunagrahita
berkaitan erat dengan masalah perkembangan kemampuan kecerdasan yang rendah dan
merupakan sebuah kondisi”. Pernyataan ini menegaskan bahwa tunagrahita adalah
kondisi permanen yang tidak dapat diobati dengan medikamentosa. Meskipun demikian,
kondisi tunagrahita bukan berarti menghalangi kemampuan anak-anak yang
mengalaminya untuk berkembang. Dengan pendekatan pendidikan khusus yang tepat,
pelatihan keterampilan hidup, serta dukungan berkelanjutan, individu dengan tunagrahita
dapat mengembangkan potensi mereka, mencapai tingkat kemandirian yang lebih tinggi,
dan meningkatkan partisipasi dalam kehidupan sosial dengan lebih baik.
Melalui hasil observasi yang telah dilakukan, identifikasi masalah yang dihadapi mitra
antara lain iala kurangnya inovasi dalam metode pengajaran yang diberikan tenaga
pengajar kepada siswa yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putrakami, minimnya
sumber daya seperti dana bantuan untuk memperbaharui peralatan, buku, dan fasilitas
juga menjadi tantangan yang dihadapi mitra. Keterbatasan dukungan sosial juga sebagian
dialami oleh mitra, pemahaman Masyarakat terhadap anak Tuna Grahita masih menjadi
hal yang awam bagi beberapa orang khususnya Masyarakat disekitar mitra. Kondisi ini
menegaskan bahwa sebagai lembaga swasta, SLB Putrakami masih memerlukan
dukungan dan kontribusi dari pihak eksternal untuk menunjang perkembangan dan
aktivitas pendidikan di lembaga tersebut.
Mahasiswa yang disertakan dari Prodi Logistik.