Analisis Spasial Dampak Abrasi Pantai Menggunakan SIG dan Citra Satelit untuk Rekomendasi Mitigasi di Wilayah Pesisir Kota Batam

3322411031 — Amalia Khoirunnisa  ·  3322411032 — Marsella Veronica Sinaga  ·  3322411033 — Renhard Peterson Hutabarat  ·  3322411034 — Puput Lestari  ·  3322411035 — Putry Christiany Panggabean
Deskripsi Proyek
Abrasi pantai merupakan salah satu bentuk bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat interaksi kompleks antara gelombang laut, arus, pasang surut, serta aktivitas manusia di kawasan pesisir. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan hilangnya daratan secara perlahan, namun juga berdampak langsung terhadap ekosistem pesisir, infrastruktur, pemukiman penduduk, dan sosial ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Dalam konteks pembangunan wilayah kepulauan seperti Kota Batam, abrasi pantai menjadi tantangan serius yang dapat menghambat keberlanjutan lingkungan pesisir dan mengganggu aktivitas industri maupun pariwisata pesisir. Kota Batam sebagai kota kepulauan dengan garis pantai yang luas, menghadapi tekanan lingkungan yang tinggi akibat eksploitasi lahan, reklamasi, konversi hutan mangrove, dan perubahan tata guna lahan yang pesat. Aktivitas-aktivitas tersebut, apabila tidak diimbangi dengan pendekatan berbasis lingkungan dan mitigasi bencana, berpotensi mempercepat laju abrasi dan mengganggu kestabilan kawasan pesisir. Beberapa wilayah pesisir di Batam seperti Batu Ampar, Tanjung Uma, dan Nongsa diketahui mengalami penyusutan garis pantai yang signifikan dalam satu hingga dua dekade terakhir. Untuk memahami dinamika abrasi secara lebih akurat dan menyeluruh, diperlukan pendekatan spasial yang mampu memetakan perubahan garis pantai dari waktu ke waktu. Sistem Informasi Geografis (SIG) dan citra satelit menjadi alat yang sangat efektif dalam melakukan analisis multitemporal terhadap perubahan garis pantai, identifikasi zona rawan abrasi, serta integrasi berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi proses tersebut. Dengan analisis spasial yang tepat, perencanaan mitigasi abrasi dapat dilakukan secara lebih berbasis bukti (evidence-based), sehingga kebijakan pengelolaan pesisir dapat diarahkan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial dampak abrasi pantai di wilayah pesisir Kota Batam dengan memanfaatkan SIG dan citra satelit, serta memberikan rekomendasi mitigasi yang aplikatif dan kontekstual. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan responsif terhadap risiko bencana lingkungan.
Video Demo / Trailer
Video Presentasi
Poster
Poster Proyek
Gallery

Tidak ada gambar yang tersedia